Selasa, 30 Agustus 2022

Teks observasi Tumbuhan Jahe

 

Teks Observasi Tumbuhan Jahe

Hasil Observasi Tumbuhan Jahe

Tumbuhan jahe termasuk ke dalam kategori tumbuhan rimpang yang amat populer sebagai bahan obat-obatan sekaligus bumbu dapur. Terutama di daerah pedesaan, jahe akan sangat mudah dijumpai keberadaannya. Bahkan di lingkungan tempat tinggal sekalipun. Dengan demikian, orang-orang pedesaan dapat dengan mudah menemukan jahe apabila sedang membutuhkannya.

Tumbuhan yang mempunyai nama latin Zingiber officinale ini berasal dari Asia Pasifik yakni persebaran China menuju India. Kepopuleran jahe tidak terlepas dari aroma serta cita rasa yang khas. Tidak aneh rasanya jika tumbuhan jahe kera

dipakai sebagai rempah-rempah.

Tanaman jahe terdiri dari 3 jenis yaitu jahe putih berukuran besar, jahe putih berukuran kecil dan jahe merah. Jahe putih besar atau yang sering disebut sebagai jahe gajah memiliki wilayah persebaran di Jawa Barat. Tumbuhan jahe ini memiliki karakteristik bentuk yang mengembung, gemuk, besar, rasa yang tidak pedas serta berwarna putih kekuningan.

Sementara itu jahe putih kecil atau jahe sunti merupakan jenis jahe yang sering digunakan oleh masyarakat luas. Misalnya, sebagai bumbu masak, rempah-rempah maupun obat-obatan. Tumbuhan ini memiliki karakteristik seperti ruas kecil, bentuk agak menggembung, rasa yang cukup pedas, berserat tinggi, beraroma tajam serta berwarna putih kekuningan.

Lain halnya dengan jahe merah yang cukup jarang ditemui di lingkungan sekitar, kedua jahe tersebut sangat mudah dijumpai. Bahkan di pasar-pasar sekalipun. Jahe merah merulakan satu-satunya jenis jahe yang mempunyai kandungan ginerol atau zat anti radang. Tidak jarang jika jenis jahe ini digunakan sebagai obat-obatan seperti halnya jamu masuk angin kemasan yang dijual bebas di pasaran.

Karakteristik jahe merah di antaranya hidup dan tumbuh pada lingkungan tropis, berasa paling pedas dibanding jahe lainnya, memiliki rimpang paling kecil dan berwarna merah. Selain itu, serat yang dimiliki oleh jahe merah cenderung lebih besar dibandingkan dengan jahe putih besar maupun jahe putih kecil.

Lain halnya dengan jahe merah yang cukup jarang ditemui di lingkungan sekitar, kedua jahe tersebut sangat mudah dijumpai. Bahkan di pasar-pasar sekalipun. Jahe merah merulakan satu-satunya jenis jahe yang mempunyai kandungan ginerol atau zat anti radang. Tidak jarang jika jenis jahe ini digunakan sebagai obat-obatan seperti halnya jamu masuk angin kemasan yang dijual bebas di pasaran.

Karakteristik jahe merah di antaranya hidup dan tumbuh pada lingkungan tropis, berasa paling pedas dibanding jahe lainnya, memiliki rimpang paling kecil dan berwarna merah. Selain itu, serat yang dimiliki oleh jahe merah cenderung lebih besar dibandingkan dengan jahe putih besar maupun jahe putih kecil.

Secara umum tanaman jahe mempunyai kandungan zat kimia yang cukup banyak dan baik bagi kesehatan tubuh. Adapun kandungan zat-zat tersebut di antaranya damar, minyak astiri, pati, vitamin A, B, C, asam malat, asam organik serta asam oksalat.

Tumbuhan jahe memiliki seabreg manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Manfaat yang terkandung dalam tumbuhan Zingiber officinale ini di antaranya untuk menurunkan tekanan darah, membantu pencernaan, pereda mual, pereda masuk angin, penangkal radikal bebas, pereda nyeri hingga mampu untuk mengatasi migrain atau sakit kepala sebelah.

Selain manfaat tersebut, jahe juga memiliki fungsi lain yang tidak kalah bagusnya untuk kesehatan tubuh. Misalnya, obat kompres, pereda sakit perut serta untuk mencegah kanker. Khususnya untuk mencegah sakit kanker, Anda bisa rutin mengonsumsinya baik dalam bentuk minuman maupun sebagai bumbu makanan.

Guna membudidayakan atau menumbuhkan tanaman ini terbilang tidak sulit. Budidaya jahe dapat dimulai saat ini juga dengan menanamnya melalu stek pada pot berisikan tanah di halaman depan maupun halaman belakang rumah. Bibit tanaman jahe bisa dengan mudah ditemukan di pasar terdekat atau pada pembudidaya tanaman jahe yang berada di sekitar tempat tinggal.

Kamis, 18 Agustus 2022

Teks laporan hasil observasi

 

Teks laporan hasil observasi

Teks laporan hasil observasi merupakan satu di antara materi yang ada dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Teks laporan hasil observasi adalah teks yang memberikan informasi secara umum tentang sesuatu berdasarkan fakta dari hasil pengamatan secara langsung.

Jadi, pengamatan atau biasa disebut observasi itu dilakukan oleh si pengamat dengan terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui sebuah informasi yang ada.

Informasi itu bisa meliputi objek tentang keadaan alam, keadaan lingkungan, hewan, tumbuhan, sosial, sebuah peristiwa, kesenian dan kebudayaan.

Adapun teks laporan hasil observasi bersifat informatif, komunikatif, dan objektif. Hal itu berarti isi teks laporan hasil observasi tersebut harus memberikan sebuah informasi yang mudah dipahami oleh pembaca.

Setiap informasi yang didapat juga harus disajikan atau ditulis secara objektif dan sesuai fakta yang sebenarnya, tidak dibuat-buat atau tidak menurut opini sang penulis, serta dapat dibuktikan kebenarannya.

Itulah gambaran atau pengertian teks Laporan hasil observasi secara umum. Adapun untuk detailnya, berikut ini ciri-ciri, tujuan, struktur hingga contoh teks laporan hasil observasi, seperti dirangkum dari Buku Siswa Bahasa Indonesia dan Istiqomahalmaky.blogspot, Senin (26/7/2020).

Ciri – Ciri Teks Laporan Hasil Observasi

1. Ditulis secara lengkap dan sempurna.

2. Bersifat objektif, global, dan universal.

3. Objek yang akan dibicarakan atau dibahas adalah objek tunggal.

4. Ditulis berdasarkan fakta sesuai pengamatan yang telah dilakukan.

5. Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya.

6. Tidak mengandung prasangka/dugaan yang menyimpang atau tidak tepat.

7. Saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya.

8. Tidak adanya bagian penutup dari penulis. Penulis hanya melaporkan apa yang dilihat dan diketahuinya berdasarkan hasil analisis serta observasinya.

9. Menitikberatkan pada pengelompokkan segala sesuatu ke dalam jenis-jenis dengan ciri atau keadaannya secara umum.

10. Disajikan secara menarik, baik kata, bahasa, isinya berbobot maupun susunannya logis.

11. Teks laporan hasil observasi menggambarkan sesuatu secara umum dan sesuai fakta, tanpa

Tujuan, Fungsi dan Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Tujuan utamanya, yaitu untuk memberikan informasi secara objektif dan fakta yang ada di lapangan sesuai hasil pengamatan yang didapatkan.

Tujuan yang lainnya yaitu :

1. Untuk penelitian.

2. Untuk memberikan informasi terbaru.

3. Untuk mengatasi suatu persoalan.

4. Untuk menemukan teknik atau cara terbaru.

5. Untuk mengambil keputusan yang lebih efektif.

6. Untuk melakukan pengawasan dan/atau perbaikan.

7. Untuk mengetahui perkembangan suatu permasalahan.

Fungsi Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan observasi memiliki fungsi atau manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain, fungsinya:

1. Sebagai bahan penelitian

2. Sebagai sumber yang dapat dipercaya

3. Sebagai laporan tugas dan kegiatan pengamatan

4. Sebagai dokumentasi

5. Sebagai ilmu pengetahuan

6. Menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan dan/atau pemecahan masalah dalam pengamatan.

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi secara umum memiliki tiga struktur di antaranya:

1. Pernyataan Umum, yaitu terdapat pembukaan, berisi pembuka atau informasi secara umum hal yang akan disampaikan. Bagian ini berisi hal umum tentang objek yang akan dikaji, menjelaskan secara garis besar tentang objek tersebut.

2. Deskripsi Bagian, yaitu terdapat isi, rincian, pembahasan, dan penjelasan secara lebih detail.

3. Deskripsi Manfaat, yaitu berisi fungsi atau manfaat setiap objek yang diamati dalam kehidupan.

Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi sangat berkaitan dengan penelitian dan pengetahuan, maka hal ini termasuk ke dalam jenis teks formal yang mengharuskan bahasa yang baku atau sesuai kaidah bahasa indonesia yang baik dan benar, serta mudah dipahami. Kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi di antaranya:

1. Menggunakan frasa nomina yang diikuti penjenis dan pendeskripsi.

2. Menggunakan verba relasional, seperti : ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan, termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut, dan lain-lain (digunakan untuk menyatakan definisi pada istilah teknis atau istilah yang digunakan secara khusus pada bidang tertentu).

3. Menggunakan verba aktif alam, hal ini untuk menjelaskan perilaku, seperti : bertelur, membuat, hidup, makan, tidur, dan sebagainya.

4. Menggunakan kata penghubung, untuk menyatakan :

-Tambahan: dan, serta

-Perbedaan: berbeda dengan

-Persamaan: sebagaimana, seperti halnya, demikian halnya, hal demikian, sebagai, hal yang sama

-Pertentangan: sedangkan, tetapi, namun, melainkan, sementara itu, padahal berbanding terbalik

-Pilihan: atau

5. Menggunakan kalimat simpleks dan kompleks.

6. Penggunaan kalimat definisi dan kalimat deskripsi.

7. Menggunakan kata keilmuan atau teknis, seperti : herbivora, degeneratif, osteoporosis, mutualisme, parasitisme, pembuluh vena, leukimia, syndrom, phobia, dan lain-lain.

Langkah-langkah Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi

Untuk menyusun teks laporan hasil observasi ada langkah-langkahnya, yaitu:

1. Tentukan objek yang akan kamu amati.

2. Susunlah jadwal observasi yang akan kamu kamu lakukan.

3. Lakukanlah observasi terhadap objek tersebut dengan menyiapkan pertanyaan atau poin-poin pengamatan terlebih dahulu.

4. Catatlah hasil observasimu dengan memerhatikan ketepatan isi, struktur dan kaidah kebahasaannya. Bila memungkinkan ambil foto dan videokan observasimu.

5. Meneliti kembali hasil penulisan teks, jika ada kalimat janggal atau salah penulisan, segera perbaiki kembali.

 

         WAYANG

Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia. UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tidak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Para wali songo, penyebar agama Islam di Jawa sudah membagi wayang menjadi tiga. Wayang kulit di timur, wayang wong atau wayang orang di Jawa Tengah, dan wayang golek atau wayang boneka di Jawa Barat. Penjenisan tersebut disesuaikan dengan penggunaan bahan wayang. Wayang kulit dibuat dari kulit hewan ternak, bisa berupa kerbau, sapi, atau kambing. Wayang wong berarti wayang yang ditampilkan atau diperankan oleh orang. Wayang golek adalah wayang yang menggunakan boneka kayu sebagai pemeran tokoh. Selanjutnya, untuk mempertahankan budaya wayang agar tetap dicintai, seniman mengembangkan wayang dengan bahan-bahan lain, antara lain wayang suket dan wayang motekar.

Wayang kulit dilihat dari umur, dan gaya pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis. Jenis yang paling terkenal, karena diperkirakan memiliki umur paling tua adalah wayang purwa. Purwa berasal dari bahasa Jawa, yang berarti awal. Wayang ini terbuat dari kulit kerbau yang ditatah, dan diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang pendalangan, diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa dengan nama cempurit yang terdiri dari: tuding dan gapit.

Wayang wong (bahasa Jawa yang berarti 'orang') adalah satu di antara pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh orang. Wayang orang yang dikenal di suku Banjar adalah wayang gung, sedangkan yang dikenal di suku Jawa adalah wayang topeng. Wayang topeng dimainkan oleh orang yang menggunakan topeng. Wayang tersebut dimainkan dengan iringan gamelan dan tari-tarian. Perkembangan wayang orang pun saat ini beragam, tidak hanya digunakan dalam acara ritual, tetapi juga digunakan dalam acara yang bersifat menghibur.

Selanjutnya, jenis wayang yang lain adalah wayang golek yang mempertunjukkan boneka kayu. Wayang golek berasal dari Sunda. Wayang ini disebut juga sebagai wayang thengul. Selain wayang golek Sunda, wayang yang terbuat dari kayu adalah wayang menak atau sering juga disebut wayang golek menak karena cirinya mirip dengan wayang golek. Wayang tersebut pertama kali dikenalkan di Kudus. Selain golek, wayang yang berbahan dasar kayu adalah wayang klithik. Wayang klithik berbeda dengan golek. Wayang tersebut berbentuk pipih seperti wayang kulit. Akan tetapi, cerita yang diangkat adalah cerita Panji dan Damarwulan. Wayang lain yang terbuat dari kayu adalah wayang papak atau cepak, wayang timplong, wayang potehi, wayang golek techno, dan wayang ajen.

Perkembangan terbaru dunia pewayangan menghasilkan kreasi berupa wayang suket. Disebut wayang suket karena wayang yang digunakan terbuat dari rumput yang dibentuk menyerupai wayang kulit. Wayang suket merupakan tiruan dari berbagai figur wayang kulit yang terbuat dari rumput (bahasa Jawa: suket). Wayang suket biasanya dibuat sebagai alat permainan atau penyampaian cerita pewayangan kepada anak-anak di desa-desa Jawa.

Dalam versi lebih modern, terdapat wayang motekar atau wayang plastik berwarna. Wayang motekar adalah sejenis pertunjukan teater bayang-bayang atau serupa wayang kulit. Namun, jika wayang kulit memiliki bayangan yang berwarna hitam saja, wayang motekar menggunakan teknik terbaru hingga bayang-bayangnya bisa tampil dengan warna-warni penuh. Wayang tersebut menggunakan bahan plastik berwarna, sistem pencahayaan teater modern, dan layar khusus.

Semua jenis wayang di atas merupakan wujud ekspresi kebudayaan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kehidupan antara lain sebagai media pendidikan, media informasi, dan media hiburan. Wayang bermanfaat sebagai media pendidikan karena isinya banyak memberikan ajran-ajaran kehidupan kepada manusia. Pada era modern ini, wayang juga banyak digunakan sebagai media informasi. Ini antara lain dapat kita lihat dari pagelaran wayang yang disisipi informasi tentang program pembangunan seperti keluarga berencana (KB), pemilihan umum, dan sebagainya.Yang terakhir, meski semakin jarang, wayang masih tetap menjadi media hiburan.

 

Senin, 15 November 2021

Cara Membuat cerpen

 

Ciri-ciri cerpen:

1. Alur sederhana

Cerita pendek tidak memiliki alur cerita yang rumit. Kejadian, alur dan penempatan cerita umumnya hanya satu. Cerita pendek modern hanya sedikit mengandung alur. Plot tunggal yang mudah diisi adalah salah satu ciri khas cerita pendek dan membantu membentuk karakteristik lainnya.

2. Penokohan terbatas

Cerpen juga biasanya hanya memiliki jumlah tokoh yang terbatas serta waktu penceritaan yang singkat.

3. Setting padat dan jelas

Paragraf pembuka cerita pendek harus dengan cepat menggambarkan latar cerita. Pembaca harus tahu kapan dan di mana cerita itu berlangsung.

4. Bagian akhir

Bagian akhir dari cerita pendek merupakan penyelesaian dari permasalahan-permasalahan yang telah terjadi di dalam cerita serta penyampaian pesan moral.

5. Panjang cerita

Seperti dijelaskan sebelumnya, panjang cerpen tidak lebih dari 10 kata. Cerpen dapat dibaca dengan sekali duduk.

6. Gaya bahasa sederhana

Pada cerpen, diksi dan gaya bahasa yang digunakan tidak terlalu rumit. Ini membuat cerpen lebih mudah dan cepat dipahami pembaca.

7. Pesan moral

Di akhir cerpen, biasanya akan ditemukan pesan moral yang terkandung. Pesan moral ini bisa berupa pesan tersurat maupun tersirat.

8. Subjek

Cerita pendek biasanya berfokus pada satu subjek atau tema. Subjek atau tema bisa berkisar dari sesuatu yang biasa-biasa saja seperti tugas sehari-hari atau yang mendebarkan seperti dongeng hantu.

1. Pertama Tentukan Genre

Cara membuat cerpen pertama adalah tentukan genrenya. Mulai dari yang romantis, misteri, komedi, horor, dan inspiratif. Bagi pemula, cara membuat cerpen yang menarik untuk dibaca lebih baik pilih genre yang disukai dan paling diminati. Pentingnya cara membuat cerpen dengan menentukan genre terlebih dahulu agar penulis lebih fokus dalam membuat cerpen. Selain itu, genre cerpen akan mempengaruhi segmentasi atau target pembaca.

2. Mulailah dengan Menyajikan Konflik

Cara membuat cerpen yang menarik untuk dibaca kedua mulailah dari penyajian konflik. Tujuan dari cara membuat cerpen ini agar pembaca merasa penasaran. Banyak yang merasa kesulitan menciptakan konflik, salah satu cara membuat cerpen dengan menciptakan konflik adalah membuat masalah.

Sama halnya dengan hidup nyata manusia, tanpa permasalahan hidup, hidup terasa hambar. Lalu apa saja yang membuat seseorang berhamburan keluar rumah selain sebuah permasalahan dan kehebohan? Mulailah cara membuat cerpen dengan menyajikan konflik, ya.

Konflik yang ada dalam cerpen atau karya sastra bermacam-macam bentuknya. Meski

sebenarnya ada yang disuguhkan di awal dan akhir cerita, adapula yang disuguhkan ditengah-tengah saja. Jika disuguhkan di awal cerita, biasanya tokoh utama akan menghadapi suatu konflik dan dia gagal. Namun di konflik yang ke-2 (akhir) tokoh utama bisa jadi menang (karena ada juga yang tetap gagal).

3. Pilihlah Sudut Pandang yang Sesuai

Cara membuat cerpen yang menarik untuk dibaca ketiga adalah memili sudut pandang yang sesuai keinginan penulis. Sudut pandang seorang penulis dalam menyajikan sebuah cerita ini penting. Cara membuat cerpen ini nantinya akan mempengaruhi hasil tulisan.

Cara membuat cerpen yang menarik untuk dibaca terkait dengan penentuan sudut pandang dibagi menjadi tiga hal, sebagai berikut:

- Orang Pertama: Sudut pandang orang pertama penempatkan pembaca sebagai tokoh utama. Tanda sudut pandang orang pertama menggunakan “Aku.”

- Orang Kedua: Sudut pandang orang kedua, pembaca menjadi bagian di dalam cerita, namun bukan sebagai tokoh aku. Melainkan sebagai tokoh penggembira yang terlihat dengan tokoh “aku.”

- Orang Ketiga: Sudut pandang orang ketiga diposisikan sebagai orang lain atau penonton.

4. Perhatikan bagian Penokohan

Cara membuat cerpen keempat adalah mengembangkan bagian penokohan. Cara membuat cerpen yang menarik untuk dibaca sangat penting memiliki tokoh. Di dalam cerpen, penokohan ibarat sebagai ruh, cerpen dengan memiliki beberapa tokoh di dalamnya akan menghidupkan ceritanya itu sendiri.

Bisa dikatakan, cerita cerpen tanpa adanya tokoh akan datar-datar saja dan tidak hidup, karena tidak ada emosi yang diciptakan di dalamnya. Bentuk penokohan untuk cerpen sendiri dibagi menjadi beberapa hal. Ada tokoh protagonis, antagonis, dan tritagonis.

Pada tokoh protagonis, tokoh yang menjadi pendukung utama dari cerita tersebut. Tokoh protagonis cenderung memiliki watak yang baik dan membutuhkan tokoh pendukung satu atau dua orang. Pada tokoh antagonis, tokoh yang di setting memiliki watak jahat bagi pembacanya.

Ciri tokoh antagonis ini dibenci oleh dua figure tokoh yang menentang karakternya. Kalau tritagonis, merupakan tokoh pembantu antara tokoh antagonis dan protagonis. Penokohan ini tidak banyak ditemui, bisa mencoba untuk menghadirkannya di dalam ceritamu.

 

Senin, 01 November 2021

 

Bahasa Indonesia
Bab 2 Menikmati Cerita Sejarah Indonesia

Novel sejarah merupakan sebuah genre yang penting dan sering ditulis di negara-negara Barat. Negeara-negara tersebut menanamkan pentingnya sejarah dalam pendidikan. Novel sejarah membantu memperkenalkan dan mengakrabkan suatu masyarakat pada masa lalu bangsanya. Dengan demikian, pendidikan dalam novel dapat menanamkan akar pada bangsanya.

Novel sejarah adalah novel yang di dalamnya menjelaskan dan menceritakan tentang fakta kejadian masa lalu yang menjadi asal-muasal atau latar belakang terjadinya sesuatu yang memiliki nilai kesejarahan, bisa bersifat naratif atau deskriptif. Novel sejarah termasuk dalam teks naratif jika disajikan dengan menggunakan urutan peristiwa dan urutan waktu. Namun, jika novel sejarah

disajikan secara simbolisasi verbal, novel tergolong ke dalam teks deskriptif.

Novel sejarah dapat dikategorikan sebagai novel ulang (rekon). Supaya tidak terjadi kesalahpahaman atas frasa "novel ulang", berikut ini penjelasan tentang jenis-jenis novel ulang. Berdasarkan jenisnya, novel ulang terdiri atas tiga jenis, yakni rekon pribadi, rekon faktual, dan rekon imajinatif.

1. Rekon pribadi adalah novel yang memuat kejadian dan penulisnya terlibat secara langsung.

2. Rekon faktual (informasional) adalah novel yang memuat kejadian faktual seperti eksperimen ilmiah, laporan polisi, dan lain-lain.

3. Rekon imajinatif adalah novel yang memuat kisa faktual yang dikhayalkan dan diceritakan secara lebih rinci.

Novel sejarah tergolong ke dalam rekon imajinatif, karena didasarkan atas fakta-fakta sejarah yang kemudian dikisahkan kembali dengan sudut pandang lain yang tidak muncul dalam fakta sejarah.

Sudut pandang emosi, kegemaran atau keluarga dapat menjadi pilihan dalam mengisahkannya.

Hal-hal menarik dalam Novel Sejarah

Saat mendengarkan pembacaan kutipan novel, tentulah terdapat bagian-bagian yang menarik. Kemenarikan itu dapat berupa waktu, tempat, tokoh yang mungkin bagi sebagian orang tidak asing.

Struktur teks

Novel sejarah mempunya struktur teks yang sama dengan struktur novel lainnya yaitu orientasi, pengungkapan peristiwa, rising action, komplikasi, evaluasi/resolusi, dan koda.

1. Pengenalan situasi (exposition, orientasi)

Dalam bagian ini, pengarang memperkenalkan setting cerita baik waktu, tempat maupun peristiwa. selain itu, orientasi juga dapat disajikan dengan mengenalkan para tokoh, menata adegan, dan hubungan antar tokoh.

2. Pengungkapan peristiwa

Dalam bagian ini disajikan peristiwa awal yang menimbulkan berbagai masalah, pertentangan, ataupun kesukaran-kesukaran bagi para tokohnya.

3. Menuju konflik (rising action)

Terjadi peningkatan perhatian kegembiraan, kehebohan, ataupun keterlibatan berbagai situasi yang menyebabkan bertambahnya kesukaran tokoh.

4. Puncak konflik (turning point, komplikasi)

Bagian ini disebut pula sebagai klimaks. Inilah bagian cerita yang paling besar dan mendebarkan. pada bagian ini pula, ditentukannya perubahan nasib beberapa tokohnya.

5. Penyelesaian (evaluasi, resolusi)

Sebagai akhir cerita, pada bagian ini berisi penjelasan ataupun penilaian tentang sikap ataupun nasib-nasib yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa puncak itu. Pada bagian ini pun sering pula dinyatakan wujud akhir dari kondisi ataupun nasib akhir yang dialami tokoh utama.

6. Koda

Bagian ini berupa komentar terhadap keseluruhan isi cerita, yang fungsinya sebagai penutup. Komentar yang dimaksud bisa disampaikan langsung oleh pengarang atau dengan mewakilkannya pada seorang tokoh.

Kaidah Kebahasaan Novel Sejarah

Beberapa kaidah kebahasaan yang berlaku pada novel sejarah adalah sebagai berikut .

1. Menggunakan banyak kalimat bermakna lampau.

Contoh.

Prajurit-prajurit yang telah diperintahkan membersihkan gedung bekas asrama telah menyelesaikan tugasnya.

2. Menggunakan banyak kata yang menyatakan urutan waktu (konjungsi kronologis, temporal), seperti : sejak saat itu, setelah itu, mula-mula, kemudian

Contoh.

Setelah juara gulat itu pergi Sang Adipadti bangkit dan berjalan tenang-tenang masuk ke kadipaten.

3. Menggunakan banyak kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan (kata kerja material)

4. Menggunakan banyak kata kerja yang menunjukkan kalimat tak langsung sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh oleh pengarang. MIsalnya , mengatakan bahwa, menceritakan tentang, menurut, mengungkapkan, menanyakan, menyatakan, menuturkan.

5. Menggunakan banyak kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh (kata kerja mental), misalnya, merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, mentakan, menganggap.

6. Menggunakan banyak dialog. Hal ini ditunjukkan oleh tanda petik ganda ("...") ddan kata kerja yang menunjukkan tuturan langsung.

7. Menggunakan kata-kata sifat (descriptive language) untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana.

Selain menggunakan kata atau frasa bermakna kias, novel sejarah juga banyak menggunakan peribahasa, baik yang berbahasa daerah maupun berbahasa Indonesia.

 

Kemelut di Majapahit

Dikisahkan sebuah kerajaan Majapahit, kala itu terkuak cerita cerita tentang pengangkatan seorang raja baru di kerajaan Majapahit. Raja tersebut bernama Raden Wijaya. Pengangkatan raja pertama tersebut diberi gelar Kertarajasa Jayawardhana. Sejak saat itulah Raden Wijaya menjadi raja yang disegani oleh seluruh rakyat Majapahit.

Dibalik kesuksesan Raden Wijaya menjadi raja di Majapahit ternyata ada para senopati (perwira) yang setia dan selalu membantunya. Raden Wijaya tidak bisa melupakan jasa-jasa para senopati lalu ia mambagi-bagikan pangkat kepada mereka. Ronggo Lawe salah seorang patih yang amatlah baik dan erat hubungannya dengan raja diangkat menjadi Adipati Tuban.

Suasana tentam dan damai mulai diguncangkan ketika Sang Prabu menikahi empat orang putri mendiang Raja Kertanegara, tak berselang lama raja pun menikah lagi dengan putri dari Melayu. Sebelum menikahi putri dari Melayu, beliau menikahi empat orang putri mendiang Raja Kertanegara  karena beliau tidak ingin adanya dendam dan rebutan kekuasaan kelak. Keempat putri itu adalah Dyah Tribunan, Dyah Nara Indraduhita, Dyah Jaya Inderadewi, dan Retno Setawan atau Rajapatni yang paling dikasihinya. Raja tidak puas dengan keempat istrinya itu, ia pun menikahi Dyah Dara Petak menjadi isti kelimanya. Terjadilah persaingan diantara istri-istri raja terhadap Dyah Dara Petak yang amat cantik jelita. Mereka berlomba-lomba mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari raja namun raja tidak menyadari persaingan diantara mereka, karena dilakukan secara diam -diam.

Persaingan istri-istri raja tidak seberapa hebat sebagai akibat di kehidupan Sang Prabu. Ada hal yang membakar hati Ronggo Lawe yaitu pengangkatan Patih Hamangkubumi, yaitu patih kerajaan Majapahit. Diangkat oleh Sang Prabu menjadi pembesar yang tertinggi dan paling berkuasa setelah raja yaitu Senopati Nambi.

Mendengar pengangkatan itu, marahlah Adipati Ronggi Lawe. Saat sedang makan beliau langsung membantingkan nasi yang dikepalnya ke lantai yang disuguhkan oleh kedua istri setianya yang amat menyayangi Ronggo Lawe.

Kemarahan Ronggo Lawe membuat cemas kedua istrinya dan mencoba menenangkan, “Kakangmas adipati, harap paduka tenang.” Dewi Mertorogo menghibur suaminya. Kemarahan tersebut membuat Ronggo Lawe bergegas pergi untuk menghadap Prabu raden Wijaya dengan menumpangi kuda kesayangannya yang dijuluki Mego Lamat.

Sesampainya di kerajaan, Ronggo Lawe mengatakan kepada raja bahwa telah keliru atas pengangkatan Nambi menjadi pembesar di kerajaan Majapahit. Semua yang ada disana terkejut atas pernyataan yang dilontarkan oleh Ronggo Lawe kepada Prabu. Namun dengan lembut dan berwibawanya Raden Wijaya menanggapi dengan tenang dan senyuman.

Ronggo Lawe terus saja mengatakan perkataan yang amat sangat menyinggung “Nambi lemah, bodoh, rendah budi, penakut, tak pantas Nambi menjadi pembesar di kerajaan.”

Setelah mendengarkan ucapan ynag dilontarkan Ronggo Lawe raja Raden Wijaya pun berucap, “Kakang Ronggo Lawe, tindakanku mengangkat kakang Nambi sebagai Patih Hamangkubumi, bukanlah tindakan ngawur melainkan sudah dipertimbangkan masak-masak bahkan telah mendapatkan persetujuan dari semua paman dan kakang senopati dan semua pembantuku.”

Dengan muka merah Ronggo Lawe pun berkata dengan lantangnya, “Tetap saja pengangkatan ini tidak tepat.”

Akhirnya dengan segala upaya yang diucapkan raja untuk menenangkan Ronggo Lawe. Ia pun memahami dengan beku hatinya. Dan hubungan yang tadinya erat sebab antara Ronggo Lawe dan raja Raden Wijaya merenggang atau putus tali persaudaraan diantara mereka.

Namun setelah beberapa lama kebusukan Nambi dan Dara Petak tercium oleh raja. Akhirnya Nambi dan Dara Petak diusir dari kerajaan, Lalu Ronggo Lawe diangkat menjdi pembesar kerajaan Majapahit.